Cara Install UlangWindows 10 Lengkap
Pada intinya sebelum kita mulai menginstall Windows 10, baik pada laptop
maupun PC, sebaiknya perhatikan beberapa hal. Ibaratnya siapkan
persenjataan sebelum berperang. Bukan hanya memastikan paham panduan dan
langkah cara installnya, tapi juga hal-hal pendukung yang bisa
menghambat teknis penginstallan Windows 10. Jangan sampai ketika sedang
proses install ternyata masih ada perangkat yang kurang.
Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai menginstall Windows 10?
1. Pastikan baterai laptop atau kecukupan daya listrik
Pastikan
laptop atau PC yang sedang diinstall terhindar dari risiko mati di
tengah proses install. Oleh karena itu pastikan kecukupan baterai atau
sumber daya listriknya sebelum mulai menginstall.
Kalau memang
dirasa butuh stop kontak, ya sediakan di dekat perangkat laptop atau PC
yang akan diinstall. Jika butuh UPS karena kawatir listrik padam secara
tiba-tiba, ya siapkan UPS. Karena proses install Windows 10 ini memakan
waktu kurang lebih 30 menit. Bahkan bisa lebih, tergantung performance perangkat yang akan kita install dengan Windows 10.
2. File software Windows 10
File
software Windows 10 bisa dalam bentuk VCD atau tersimpan dalam
flashdisk. Jika file dalam bentuk VCD, maka pastikan perangkat laptop
atau PC yang akan diinstall memiliki hardware yang mendukung untuk
membaca file dalam bentuk VCD. Ada VCD/DVD drive-nya. Boleh pakai yang
portable jika memang terpaksanya harus pakai drive portable.
Namun,
kayaknya di zaman seperti sekarang ini sudah jarang pakai DVD drive
untuk proses install program-program komputer. Saat ini beberapa software
program komputer bisa dengan mudah kita dapatkan melalui internet.
Tinggal download, simpan di drive, lalu gunakan. Bahkan gratis.
Termasuk software Windows 10 ini yang juga bisa kita dapatkan dengan mudah di internet. Tinggal download aja, gratis.
Barangkali
masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan selain ketiga poin
diatas. Semua tergantung kebutuhan masing-masing. Hanya saja untuk kedua
hal di atas jangan sampai terlewatkan dari persiapan sebelum
menginstal.
ra Install Windows 10 Lengkap dengan Langkah-Langkah Praktis
Cara Install Windows 10 Lengkap dengan Langkah-Langkah Praktis
Beberapa
laptop terbaru akhir-akhir ini sebagian besar menggunakan system
operasi Windows 10. Bahkan ada beberapa laptop yang hanya
support windows 10. Seperti yang dialami teman saya, dia ingin mengganti
system operasi Windows 10 di laptopnya dengan Windows 7 atau dibawahnya, tapi ternyata tidak bisa.
Teman
saya ini merasa belum familiar dengan Windows 10. Katanya juga ada
beberapa aplikasi yang biasa dia gunakan, tapi tidak bisa
support dengan
Windows 10. Bisa jadi yang dikeluhkan teman saya ini ada benarnya, tapi
ada baiknya kita cari tahu dulu akar masalahnya. Dugaan saya ada dua
kemungkinan masalah. Pertama memang terletak pada laptop dia yang tidak
support, atau bisa jadi karena kurang paham
cara install Windows 10 di laptopnya.
Jika masalahnya adalah karena laptop yang tidak
support, maka sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Karena kadang ada perusahaan
gadget yang memang sudah bekerjasama dengan perusahaan
software
untuk mendukung kualitas produk mereka. Dari ikatan kerjasama ini
biasanya mereka menyertakan lisensi sebagai legalitas klaim terhadap
produk mereka.
Kemudian bagaimana jika masalahnya karena kurang
paham cara menginstall Windows 10 di laptop? Tentu saja kesalahan
install akan berakibat pada aplikasi yang tidak bisa maksimal
dijalankan. Atau lebih parah lagi akan berdampak pada
performance
laptop atau komputer. Maka penting sekali bagi kita untuk mencari
panduan cara install Windows 10 terlebih dulu sebelum mulai menginstall
di laptop atau PC.
Pada intinya sebelum kita mulai menginstall
Windows 10, baik pada laptop maupun PC, sebaiknya perhatikan beberapa
hal. Ibaratnya siapkan persenjataan sebelum berperang. Bukan hanya
memastikan paham panduan dan langkah cara installnya, tapi juga hal-hal
pendukung yang bisa menghambat teknis penginstallan Windows 10. Jangan
sampai ketika sedang proses install ternyata masih ada perangkat yang
kurang.
Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai menginstall Windows 10?
1. Pastikan baterai laptop atau kecukupan daya listrik
Pastikan
laptop atau PC yang sedang diinstall terhindar dari risiko mati di
tengah proses install. Oleh karena itu pastikan kecukupan baterai atau
sumber daya listriknya sebelum mulai menginstall.
Kalau memang
dirasa butuh stop kontak, ya sediakan di dekat perangkat laptop atau PC
yang akan diinstall. Jika butuh UPS karena kawatir listrik padam secara
tiba-tiba, ya siapkan UPS. Karena proses install Windows 10 ini memakan
waktu kurang lebih 30 menit. Bahkan bisa lebih, tergantung
performance perangkat yang akan kita install dengan Windows 10.
2. File software Windows 10
File
software Windows 10 bisa dalam bentuk VCD atau tersimpan dalam
flashdisk. Jika file dalam bentuk VCD, maka pastikan perangkat laptop
atau PC yang akan diinstall memiliki hardware yang mendukung untuk
membaca file dalam bentuk VCD. Ada VCD/DVD drive-nya. Boleh pakai yang
portable jika memang terpaksanya harus pakai drive portable.
Namun,
kayaknya di zaman seperti sekarang ini sudah jarang pakai DVD drive
untuk proses install program-program komputer. Saat ini beberapa
software
program komputer bisa dengan mudah kita dapatkan melalui internet.
Tinggal download, simpan di drive, lalu gunakan. Bahkan gratis.
Termasuk software Windows 10 ini yang juga bisa kita dapatkan dengan mudah di internet. Tinggal download aja, gratis.
Barangkali
masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan selain ketiga poin
diatas. Semua tergantung kebutuhan masing-masing. Hanya saja untuk kedua
hal di atas jangan sampai terlewatkan dari persiapan sebelum
menginstal.
Kelebihan dan Kekurangan Windows 10
Beberapa
kelebihan Windows 10 yang membuat seseorang tertarik untuk memilihnya,
antara lain: fitur-fitur yang ditawarkan pada Windows 10 terlihat lebih
modern. Seperti fitur synchronize berbagai device,
juga adanya fitur penyimpanan cloud melalui OneDrive. Tentu saja dengan
adanya fitur ini memudahkan pengguna Windows 10 mengakses data-data dan
tak perlu pusing dengan penyimpanan data dalam skala besar.
Kabarnya juga Windows 10 ini performancenya sangat baik untuk gaming. Karena Windows 10 dilengkapi dengan DirectX 12 dan game mode yang berguna untuk meningkatkan performa saat memainkan game.
Selain
kelebihan tentu ada kekurangan. Dari beberapa orang mengatakan bahwa
sering kali terganggu dengan updating Windows 10 yang cenderung lebih
sering dibanding versi windows lainnya. Hal ini bikin tidak nyaman
pengguna.
Selain itu program-program yang disediakan di
WindowsSstore juga belum banyak. Padahal ada beberapa aplikasi penting
yang tidak bisa dijalankan di Windows 10.
Sebenarnya masih banyak
lagi kelebihan dan kekurangan Windows 10. Namun, secara garis besar
Windows 10 sangat memuaskan untuk dijalankan pada laptop atau PC yang
kita miliki.
(Tampilan windows 10 punya ane)
Cara Install (Ulang) Windows 10 Lengkap dengan Flashdsik
Seperti
yang saya singgung di atas tadi bahwa, cara instal Windows 10 itu bisa
melalui dua cara. Antara lain menggunakan file software yang berbentuk
VCD dan menggunakan file software yang tersimpan di flashdisk. Untuk
tutorial kali ini saya akan fokus pada cara yang kedua, yaitu cara
instal Windows 10 dengan flashdisk. Karena menurut saya ini cara paling
mudah dan bisa diterapkan untuk perangkat laptop yang tidak memiliki DVD
drive sekalipun.
Kita tahu bahwa saat ini banyak perangkat laptop yang tidak memiliki hardware
DVD drive. Sedangkan semua laptop maupun PC tentu memiliki port USB
yang bisa kita gunakan untuk menyambungkan dengan flashdisk. Nah,
bagaimana cara instal Windows 10 dengan flashdisk?
1. Membuat Bootable Windows 10 di Flashdisk
Yang harus dilakukan pertama adalah membuat bootable Windows 10 pada flashdisk. Selain flashdisk juga bisa pakai microSD dengan
card reader.
Kita hanya butuh perangkat komputer seperti laptop atau PC, flashdisk,
dan file Windows 10 untuk membuatnya. Dengan catatan kapasitas flashdisk
atau microSD yang kita pakai adalah berukuran minimal 8 GB. Karena
besarnya file Windows 10 sekitar 4 GB lebih.
Untuk file software
yang perlu disiapkan, antara lain: Rufus versi portable dan Windows 10
dalam format file ISO. Jika belum punya file Windows 10, silakan
download menggunakan Windows ISO Downloader. Begitu juga dengan Rufus,
jika belum punya bisa download di website resminya
rufus
(Tampilan aplikasi Rufus)
Sampai tahap ini saya anggap teman-teman sudah memiliki file Rufus
dan Windows 10. Sehingga saya akan lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu
membuat bootable Windows 10 di flashdisk.
Pertama, nyalakan laptop atau PC.
Kedua, pastikan file Rufus dan Windows 10 sudah tersimpan di laptop atau PC.
Ketiga, sambungkan flashdisk atau microSD ke laptop.
Keempat, double
klik pada file rufus.exe. Jalankan aplikasinya. Pada pilihan ‘Create a
Bootable Disk Using’ klik pada gambar CD, lalu akan terbuka jendela
baru. Pilih file Windows 10 dengan format ISO yang sudah tersimpan di
drive laptop sebelumnya. Kemudian klik ‘Open’ untuk mlanjutkan.
Kelima,
pada kolom ‘Device’ pilih flasdisk yang kita sambungkan ke laptop tadi.
Kemudian pada kolom ‘Partition scheme and target system type’ pilih
‘GPT partition scheme for UEFI’ dengan catatan, bootable ini nantinya
akan kita jalankan pada komputer baru atau yang belum terinstal Windows
sama sekali. Jika nantinya kita akan instal Windows 10 pada komputer
lama atau instal ulang, maka pilihan partition scheme kita ubah ke
pilihan ‘MBR partition scheme.’
Kemudian kolom ‘File system’ isi dengan pilihan ‘FAT32’, sedangkan
kolom ‘Cluster size’ isi dengan pilihan default saja. Untuk kolom ‘new
value label’ bisa kita tulis “Windows 10” sebagai nama file yang
nantinya tersimpan di flashdisk.
Keenam,
klik ‘Start’ dan setelah selesai, maka flashdisk kalian sudah siap
untuk digunakan untuk menginstal Windows 10 di laptop atau PC. Kemudian
klik ‘Close’ untuk menutup aplikasi Rufus.
2. Mengubah Boot Priority pada BIOS
Untuk bisa melanjutkan proses Instal Windows 10 dengan Flashdisk. Kita harus mengubah terlebih dulu boot priority pada BIOS di laptop atau PC yang akan kita instal. Ikuti langkah-langkah berikut:
Pertama, sambungkan flashdisk yang sudah kita isi dengan bootable Windows 10 ke port USB laptop atau PC yang akan kita instal.
Kedua, nyalakan laptop atau PC dengan menekan tombol power.
Ketiga, masuklah ke BIOS dengan cara menekan tombol ESC pada keyboard
atau tombol F2, F4, F8, F9, atau F12, tergantung masing-masing laptop.
Biasanya setiap laptop atau PC memiliki cara yang berbeda untuk bisa
masuk ke BIOS. Sebelum melakukannya, pastikan kalian sudah membaca
petunjuknya.
Keempat, ubah settingan prioritas booting ke
flashdisk. Pada pilihan pertama, silakan ubah ke pilihan ‘USB’ sedangkan
settingan lainnya biarkan default saja. Setelah selesai, silakan save
dan keluar. Maka laptop atau PC akan restart.
3. Proses Instalasi Windows
Setelah restart, laptop atau PC
akan mulai proses instal Windows 10. Biarkan loading hingga muncul
sebuah jendela dari Windows yang meminta untuk setup bahasa dan waktu
untuk komputer yang sedang kalian instal. Biarkan saja seperti itu, lalu
klik ‘next’.
Pertama, Klik ‘Instal Now’ untuk memulai proses selanjutnya.
Kedua, pada jendela Activate Windows, pilih saja ‘I don’t have active key’
Ketiga, pilih system Windows yang akan diinstal. Pilih saja ‘Windows 10 pro’ lalu klik ‘Next’
Keempat, centang ‘I accept the licence term’ lalu klik ‘Next’
Kelima,
pada jendela baru akan muncul dua pilihan, ‘Upgrade’ dan ‘Custom’,
pilih ‘Custom’.
Maksud dari ‘Upgrade’ di sini adalah jika kita hendak
memperbarui sistem lama dengan yang baru tanpa menghapus aplikasi dan
tanpa mengubah file yang ada di laptop atau PC. Sedangkan pilihan
‘Custom’ ini kita pilih ketika hendak menginstal Windows yang baru pada
laptop atau PC.
Keenam, selanjutnya
kalian harus membuat partisi penyimpanan file untuk laptop atau PC.
Caranya: klik ‘Drive 0’ kemudian klik ‘New’ kemudian kalian bikin drive
C. Isikan kolom size sesuai dengan ukuran drive yang diinginkan.
Usahakan untuk Drive C minimal 40.000 MB. Setelah itu klik ‘Apply’ klik
‘Ok’.
Ketujuh, setelah partisi Drive C selesai
dibuat, klik ‘Drive 0 unallocated space’ lalu klik ‘New’ lalu klik
‘Apply.’ Drive ini yang nantinya akan menjadi Drive D pada laptop atau
PC. Kalau kalaian ingin membagi lagi menjadi dua partisi, silakan dibuat
dengan cara yang sama seperti di atas. Sehingga nanti di laptop atau PC
akan ada Drive C, D, E dan seterusnya sesuai dengan jumlah partisi yang
kalian buat.
Kedelapan, pilih partisi
Drive C yang tadi kalian buat, lalu klik ‘Next’ maka proses instal
windows 10 akan mulai berjalan. Proses ini biasanya akan memakan waktu
beberapa menit. Kalian tunggu saja. Jika proses selesai, maka laptop
atau PC akan restart sendiri.
4. Pengaturan Dasar Windows 10
Tahap
selanjutnya pada proses instal Windows 10 adalah pengaturan dasar
Windows pada laptop atau PC. Di sini ada dua pilihan yang ditawarkan
oleh Windows. Ada pilihan ‘Use Express Settings’ dan ‘Customize’ yang
tertera pada jendela. Pilihan ‘Use Express Settings’ ini jika kalian
ingin menggunakan pengaturan otomatis dari Windows.
Biasanya
settingan akan dibuat default. Jika kalian ingin mengatur settingan
dasar sendiri, silakan pilih ‘Customize’ untuk mengatur sesuai dengan
keinginan.
Namun, ada juga jendela Windows yang langsung
menyajikan pilihan dasar pengaturan. Biasanya akan muncul pilihan
“region” untuk setting awal. Silakan pilih Negara tempat kalian tinggal
sat ini. Kemudian klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Lalu klik ‘US’ untuk
pilihan keyboard layout, lalu klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Kemudian
klik ‘Skip’ untuk pilihan second layout, pilihan connect internet.
Selanjutnya
adalah setting identitas pemilik PC. Ketikkan nama kalian atau pemiliki
PC, klik ‘Next’. Ketikkan password yang kalian inginkan, atau biarkan
kosong saja jika tidak ingin melindungi PC anda dengan password, lalu
klik ‘Next.’
Pada pengaturan Privacy Setting bisa tetap menggunakan
default saja, lalu klik ‘Accept.’ Tunggu beberapa menit, maka windows 10
sudah selesai terinstal di laptop atau PC kalian. Selanjutnya tinggal
instal driver pendukung yang dibutuhkan. Seperti driver wifi, VGA, dan
lain sebagainya.
Di tutorial ini kami tidak akan mengulas
bagaimana caranya menginstal driver pendukungnya, barangkali di lain
kesempatan akan kami ulas dalam bahasan tersendiri. Atau jika kalian
ingin tahu, bisa search di google aja. Ada banyak informasi terkait
teknis penginstalan program komputer.
Lalu bagaimana dengan laptop atau PC yang sebelumnya sudah terinstal
Windows 10 dan ingin instal ulang? Apakah caraya sama dengan
langkah-langkah penginstalan Windows pada laptop atau PC baru?
Memang
tidak lengkap rasanya kalau kami hanya mengulas mengenai cara instal
Windows 10 tanpa mengulas juga bagaimana cara melakukan instal ulangnya.
Karena kan tidak semua laptop atau PC yang diinstal Windows 10 itu
sebelumnya belum pernah terinstal Windows.
Ada kalanya laptop atau
PC yang sudah terinstal Windows 10 mengalami gangguan atau merasa
performancenya kurang OK. Nah, dalam hal ini kadang solusi instal ulang
Windows menjadi jalan terbaik.
Dengan adanya fitur Refresh dan
Reset pada Windows 10 memungkinkan kita untuk melakukan instal ulang
tanpa butuh file instalasi lagi. Tidak perlu CD, VCD, atau flashdisk
yang berisi installer Windows 10. Kita cukup manfaatkan fitur Refresh
dan Reset yang disediakan oleh Windows 10.
Memang secara umum
fitur Refresh dan Reset ini hampir sama, tapi perlu dicermati sebelum
menggunakannya. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mengembalikan system
Windows di laptop kita ke dalam keadaan seperti semula saat pertama kali
diinstal. Namun, sebenarnya keduanya berbeda. Apa saja sih
perbedaannya?
Jika kita menggunakan fitur Refresh, maka file pribadi dan
program-program modern tidak akan hilang karena terhapus. Berbeda kalau
kita menggunakan fitur Reset. File pribadi dan program modern akan
terhapus ketika kita memilih menggunakan fitur Reset. Karena fitur Reset
ini akan melakukan proses reinstal yang kemudian memformat ulang hard
disk laptop atau PC.
Yang dimaksud sebagai program modern di sini
adalah program yang tersedia di Windows Store. Kalau tidak salah,
program-program modern ini mulai diperkenalkan sejak lahirnya Windows 8.
Untuk
pertimbangan penggunaan Refresh atau Reset, tentu butuh kecermatan
menilai masalah yang ada pada laptop. Memang rekomendasinya adalah
dicoba dulu fitur Refresh untuk mengatasi masalah. Kalau memang setelah
dilakukan Refresh belum juga mengatasi masalah, maka silakan menggunakan
fitur Reset. Dengan catatan: lakukan
back up data terlebih dahulu sebelum melakukan instal ulang Windows 10.
Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Desktop
Silakan buka start menu, lalu pilih Settings.
Pilih ‘Update & Service’ pada jendela yang disajikan.
Klik ‘Recovery’ yang ada pada kolom sebelah kanan di jendela.
Klik ‘Get Started’ pada pilihan Reset this PC.
Pilih ‘Keep my files’ jika kalian tidak ingin kehilangan file di laptop,
atau pilih ‘Remove everything’ jika ingin me-reset Windows 10 di laptop
atau PC kalian.
Tunggu beberapa saat hingga proses selesai.
Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Boot Menu
Ada
beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan Refresh dan Reset
Windows 10 melalui boot menu. Cara pertama, silakan ikuti
langkah-langkah berikut:
- Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Power’
- Kemudian klik tombol ‘Restart’ dibarengi dengan menekan tombol Shift pada keyboard.
- Pada jendela yang terbuka, pilih ‘Troubleshoot.’
- Selanjutnya
pilih ‘Refresh your PC’ jika kalian ingin melakukan Refresh, atau pilih
‘Reset’ jika kalian ingin me-reset windows 10 laptop kalian.
- Tunggulah beberapa menit, bisa dengan sambil minum kopi atau menghabiskan camilan.
Cara Refresh dan Reset Windows 10 di Laptop
- Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Settings’
- Kemudian pilih ‘Update & Security’
- Klik ‘Recovery’ yang ada pada jendela
- Klik ‘Restart Now’ yang ada pada bagian Advance Startup
- Maka kemudian akan disajikan langkah-langkah seperti cara yang pertama tadi.
Nah, demikianlah tutorial dari kami tentang cara install Window 10
lengkap dengan langkah-langkah praktis. Silakan dipelajari dan dipahami
sebagai bahan panduan dalam melakukan install Windows 10 di laptop
kalian.